Lebaran selalu identik
dengan ketupat, mudik, dan kata maaf. Di rumahku pun seringkali begitu. Sehari
sebelum lebaran ibuku mempersiapkan bahan-bahan untuk ketupat juga opor ayam. Biasanya
saat memasak, dia akan kesal dan mengeluh kenapa dia tidak punya anak perempuan.
Andai ada anak perempuan, menurutnya, pekerjaannya bakal lebih gampang. Nah, saat
itulah aku pun mulai membantunya: entah itu mengulek bumbu, mengisi ketupat,
atau menggoreng kerupuk.
Jika sudah matang,
semuanya kami bungkus karena kami memang berniat menyantapnya di perjalanan
nanti. Ya, kami lebih suka pergi mudik saat hari-H. Perjalanan ke Tegal bakal
lebih singkat karena jalanan benar-benar sepi. Biasanya kami berangkat setelah
solat Subuh dan akan berhenti untuk solat ied dan sarapan di mana pun itu sejauh
kami mampu. Selesai sarapan, kami lanjutkan perjalanan untuk mengunjungi
saudara kami satu persatu. Tujuannya simple untuk silaturahmi dan menyampaikan
maaf secara langsung.





